Dana Melimpah di Bank, Ekonomi Riil Masih Seret

Ringkasan artikel | Iskandar Insight

Melimpahnya dana di perbankan belum otomatis mencerminkan kuatnya aktivitas ekonomi riil. Ketika likuiditas tersedia tetapi penyaluran kredit dan pembiayaan produktif belum bergerak optimal, persoalannya bukan lagi semata-mata ketersediaan dana, melainkan bagaimana dana tersebut dapat ditransmisikan menjadi aktivitas ekonomi yang menciptakan nilai tambah.

Kondisi tersebut memperlihatkan adanya kesenjangan antara sisi likuiditas sistem keuangan dan kebutuhan pembiayaan sektor riil. Perbankan tetap harus menjaga prinsip kehati-hatian, sementara dunia usaha menghadapi persoalan permintaan, daya beli, prospek bisnis, serta kelayakan pembiayaan. Akibatnya, dana yang tersedia dalam sistem perbankan belum seluruhnya berubah menjadi ekspansi kredit yang produktif.

Karena itu, kebijakan mendorong pertumbuhan ekonomi tidak cukup hanya mengandalkan penambahan likuiditas. Kebijakan moneter perlu berjalan beriringan dengan kebijakan fiskal yang mampu menciptakan permintaan, memperkuat daya beli masyarakat, mendorong investasi, dan memberikan kepastian bagi dunia usaha untuk melakukan ekspansi.

Perbankan pada saat yang sama perlu didorong untuk memperluas pembiayaan kepada sektor-sektor produktif, termasuk UMKM. Penguatan sistem penilaian risiko, pemanfaatan teknologi dan data alternatif, serta pengembangan Pemeringkat Kredit Alternatif (PKA) dapat membantu bank menjangkau kelompok masyarakat dan pelaku usaha yang selama ini belum sepenuhnya terlayani oleh sistem penilaian kredit konvensional.

Persoalan likuiditas juga berkaitan dengan struktur distribusi dana masyarakat. Besarnya simpanan dalam sistem perbankan tidak selalu berarti daya beli tersebar merata. Konsentrasi dana pada kelompok tertentu dapat berjalan bersamaan dengan lemahnya konsumsi kelompok masyarakat lainnya. Karena itu, kualitas distribusi pendapatan dan efektivitas transmisi dana ke sektor produktif menjadi bagian penting dalam menjaga momentum pertumbuhan.

Pada akhirnya, tantangannya bukan sekadar membuat dana tersedia di perbankan, tetapi memastikan dana tersebut bergerak. Likuiditas harus ditransformasikan menjadi pembiayaan, investasi, konsumsi produktif, penciptaan lapangan kerja, dan aktivitas usaha. Tanpa transmisi yang efektif ke sektor riil, besarnya dana dalam sistem keuangan belum tentu menghasilkan akselerasi pertumbuhan ekonomi yang diharapkan.

← Kembali ke Insight Buka Sumber